Bojonegoro I skinfosuneta.com ,-KETIKA Situasi Covid-19, melanda Indonesia, berbuah omset penjualan ikan laut asapan yang di jalani Oleh seorang pengusaha Asapan sebut saja Khusnul Aripin dengan istrinya yang dengan sapaan akrab yakni bu’e Devi, mengalami prahara yakni turun omset secara signifikan.
“Dulu saya berjualan di pasar Babat dan pasar Modo kabupaten Lamongan. Sudah berkecukupan, tetapi di saat melanda itulah yang mengantarkan kami untuk berpindah usaha yakni ikan asap. Prosesnya di wilayah Soko kabupaten Tuban, jualannya di pasar wisata. Alhamdulillah sudah tertata normal, yakni omset stabil “, ceritanya sambil molak malik Asapan.
Ada pengalaman yang masih mengganjal, yakni sesama usaha di bidang ikan Asapan, tidak punya modal di modali, tetapi saat sudah faham, sudah tidak mengabil barang dagangan dari nya. Gara gara libur tidak mengasap sekali , lalu pindah agen. Dan pada suatu hari orang termaksud tidak punya barang untuk di jual, dan menghubungi nya untuk kulak’an pada kami. Kami katakan, sepurane barangnya sesuai pesanan, tidak ada yang untuk di kulak orang lain selain pelanggan yang rutin/tetap”. Kenangnya pengusaha Asapan Ikan laut, kelahiran desa Bangilan Kapas kabupaten Bojonegoro.
“Kulo sabar mawon… sinten ingkang purun mblidhuk kulo, namung kulo sawang kemawon. Awet pundi kalihan kulo . Padahal ikan ini dari kiriman Boos dari Brondong Lamongan niku saben dalu, transfer. Tapi jika tidak tranfer poin kepercayaan tentu berkurang. Jane saling memahami, Semua sesuai kondisi harga bahan baku, jika naik juga naik, jika turun juga kita ikut turun harga. Karena berdagang itu juga sama sama ingin dapat keuntungan. Ikan datang sekitar jam 08.00. WIBB. Lalu proses pembersihan hingga finish ready menuju ke pasar wisata Bojonegoro pukul 16.00.WIBB.- 22.00 WIBB. Alhamdulillah disyukuri kemawon. Didungo dinungo, sami lancare”, ulasan Bu ‘e Devi.***(Eko-Zulf/ red
).






