Sigapnya Petugas Disnak, Camat Trucuk Meng-Apresiasi Dinkeswan.

IMG 20240228 WA0001 wm 85506.5

Bojonegoro I skinfosuneta.com, – AGAR Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di teritorialnya tidak kena wayah PMK, langkah kongkret Mankeswan Kecamatan Trucuk H. Karyono, memaksimalkan kinerja nya bersama personilnya Okik Prihandoko, Zaenul Mustofa didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta perangkat desa, juga kasi Trantib Duddy Hanura, S.H., yakni melaksanakan vaksinasi ternak. Sasarannya tentu ternak Sapi, kambing, domba, dengan prioritas yang didahulukan populasi banyak /padat dan pernah ada kasus PMK.”Alhamdulillah, hingga saat ini Ternak Se-kecamatan Trucuk sehat wal Trucuk dan burus-burus”.

IMG-20240228-WA0000-wm-85164.19999998808

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Senior Petugas Kesehatan Hewan Se-kecamatan Trucuk yang akrab disapa Pak Mantri Karyono, yang terkadang mbah Kaji mantri suntik sapi, bahwa populasi ternak di kecamatan Trucuk ‘normal’ peningkatan pertumbuhan populasi ditunjang kesehatan ternak, sehingga cukup 1 x, 2 x, 3 x. Disimpulkan 1, 1/2 dosis sudah bunting. Dan hingga bulan Maret 2024 ‘optimis’ pelaksanaan vaksin PMK dengan target dari Dinas Peternakan untuk ternak di kecamatan Trucuk, terealisasi semuanya. Dilokasikan dari Dinas Peternakan jenis vaksin untuk penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yakni Aourofac sebanyak 836 dosis. Vaksin jenis Actosa 400 dosis. Direalisasikan hingga kemarin (Selasa 27/2/2024), 523 dosis. Yang untuk program 2023 ‘deal/clear’ semua. Dan untuk program tahun ini (2024) yang belum sama sekali adalah ternak yang di desa Tulungrejo,”Insya Allah, Minggu depan action di desa Tulungrejo. ‘mengapa Tulungrejo di mburekno/di sesi belakang?. Karena populasi urutan ke 12 dan tidak ada kasus PMK ‘. Ungkap H. Karyono yang ketika masa Sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Bojonegoro, ahli Qori’ yang suara merdu.

Ramah dan kesederhanaan dalam penampilan sehari-hari, membuat teman se-kantor walau beda sub, pemilik ternak, bahkan pemusik dan artis tidak asing lagi dengan pelantun lagu “Gala-Gala” bila ada event hiburan di kantor. Adalah lihat ber-komsos (komunikasi sosial), familiar. Dengan prinsip “penting ternak sehat dan niat tulus, Malaikat pembagi rejeki tidak bakal menukar yang jatahnya seseorang “.
Dari keikhlasan dan familiar bagaikan deodoran Rexosa (setia setiap saat), peternakan tidak ada segannya memanggil mbah kaji (Haji) Karyono. “Mbah…sapi kulo bengah, niki kangen sampean. Ndang mriki’.

Kondisinya yang tidak mengenal waktu, yang terkadang dari pelayanan kesehatan dan penyuntikan ‘IB’ terkadang sampai tertidur di kantor, karena kemalaman pelayanan pada ternak, pulang kehujanan bila tidak membawa mobil, karena lokasi rumah peternak tidak bisa di tempuh dengan mobil, gang sempit. Pak Mantri H. Karyono, memberikan edukasi kepada peternak yakni, peternak harus bisa menjaga kebersihan kandang sapi, memberikan pakan yang baik, agar organ tubuh ternak ( sapi, kambing, domba) terutama bagian alat reproduksi selalu sehat. Demikian juga ditugaskan oleh Dinas, kerja kita merupakan kerja team, maka harus seperti lagunya Pak Kyai Rhoma Irama, berjudul “Rambate rata hayo”, supaya target tugas yang dibebankan oleh Dinas kepada kita (petugas), bisa tercapai dengan harapan kita bersama. Itulah sedikit paparan Mankeswan Kecamatan Trucuk H. Karyono. Yang ngemong ternak untuk hal kesehatan nya, berjumlah 10 ribu ekor lebih. Karena Sapi nya saja berjumlah (27/2/2024) .8.891 ekor.

Camat Trucuk Wiyanto, SH. Didampingi sekcam H. Winarto,SE. Meng-Apresiasi Dinkeswan yang di Trucuk, yakni H. Karyono bersama crew nya. Perihal terkait kesehatan dan populasinya, telah dilakukan dengan berbagai upaya dilakukan untuk ternak agar tetap sehat dan populasi juga lancar. Pemantauan dan pelayanan kesehatan maupun suntik kawin secara intens telah di lakukan oleh petugas peternakan . Selalu mendampingi dan update informasi. Tahun lalu mana kala/bilamana di temukan PMK, langsung S.O.P. Diterapkan serta memberikan edukasi/pembelajaran untuk peternak guna pencegahan agar tidak terjadi penularan kasus PMK.”Kami Meng-Apresiasi Dinkeswan terutama yang bertugas di kecamatan Trucuk. Melaksanakan tugas sepertinya tidak pernah ada istirahat. Dan selalu ‘ontime’ . Dan selalu ada yang stand by di kantor kecamatan Trucuk, walau hari libur. Terima kasih, pak Mantri H. Karyono, dan team work”, ulasan Camat Trucuk Wiyanto,SH.

Selanjutnya Kasi Trantib Duddy Hanura, SH. Menambahkan, karena terkonsep yang kami memberikan julukan “Sat-set”/cekatan, sehingga ternak sehat sehat termasuk perkembangan populasi meningkat dengan cepat.

Sedangkan konco mantan seksi Pol.PP. Priyanto, juga punya kesan, bahwa Pak Mantri H. Karyono, sesibuk apapun, misalnya saat mengerjakan tugas Administrasi ada telpon peternak, koq melihat staf nya tidak ada atau sedang pelayanan dilain desa. Langsung “weeer”.

Hal yang sama juga di rasakan oleh Kasi Pemerintahan kecamatan Trucuk Tatjuk Prasetyo, S. Sos. Yang merangkap sebagai Pj.kades Kanten. Juga berterima kasih kepada Mankeswan H. Karyono, karena desa kanten merupakan urutan ke dua populasi ternak terbanyak untuk di kecamatan Trucuk.**(Eko-Zulf/red).

___________________________________________

Ads

Oranye dan Beige Promosi Jualan Nasi Goreng Istimewa Poster

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *