Bojonegoro I skinfosuneta.com,-KONDISI Keuangan Perangkat Desa yang menunggu Bayaran 3 Bulan, Belum Turun, padahal sekarang saatnya nebus Pupuk.
___________________________________________
Ads>>
___________________________________________
DENGAN Kesabaran berawal kebiasaan yang tidak terbiasa menerima gaji bulanan. Tetapi ‘grenang-greneng’ (Jum’at: 8/12/2023), kisah Sekdes dan Bayan berdua ini adalah bermula saat akan nebus ‘pupuk’ tetapi belum bayaran.
“INI tadi dari ‘Tilik tanaman’..tapi wayahe memupuk , tapi bayaran belum terima. Sehingga yo ‘nyemplong celengan/tabungan’ . Tapi kalau tidak begini ya ‘sido’ tanamane yo ‘puret/kecenthet’. Yang penting kata bijak ‘ Sabar, telaten ‘ so pasti panen”. Cerita nya Sekdes di wilayah kecamatan Ngasem, Bernama Lamidi, SP.d.
HAL Senada juga diungkapkan oleh Bayan / Kaur umum (Sukarwan/mbah Wan).
“Alhamdulillah.. senadjan belum gajian, koncone memupuk yaa ikut memupuk, kalau pak Sekdes samben-nya ngingu ‘dus/wedus/domba’.
Kalau saya, strategi saya setiap panen. Hasil panenan saya timbun dengan menggunakan jasa pengeringan gabah. Saya sleep/huller-kan, lalu di jual oleh istri. Sehingga harga stabil dan terkadang naik. Sehingga kurun waktu menunggu gajian 3 bulan sekali tidak kepikiran. Termasuk saat akan wayahe memupuk-pun juga ada Dana. Lagi pula 2 anak sudah Sarjana semua dan sudah bekerja semua. Yang laki laki sudah beralamat di Sidoarjo (baru saja beli rumah). Dan satu (putri) bertugas di Polindes Butoh. Alhamdulillah, usei di kantor tinggal tilik sawah. “Ungkap mbah Kung Karwan.
KEPIAWAI-an Mbah Sukarwan dalam management keuangan rumah tangga, patut kita acungi jempol. ” semampu kulo mengatur keuangan keluarga (serumah) yakni berdua dengan istri (Bu Sri Indarti Sukarwan). Sehingga bisa mensyukuri nikmat dari Allah SWT, dengan ikhlas.
Bergaul dengan masyarakat biasa, ngopi bareng…biasa. Refreshing yang dekat dekat..biasa.. terutama Grogolan, Kahyangan Api, hehehehe. Wes pak.
Oh untuk pelayanan sebagai kaur umum tetap full time, yah opa yah opo tetep saya layani. Soalnya pak kades saya di butuhkan ‘sakwayah-wayah’ ready. Sehingga sebagai staf juga siap, Leh”. Ulasan Mbah Karwan, yang menjadi perangkat sejak tahun 2014. Yang selalu terkesan ‘nyantai’.
SEDANGKAN Istri nya sedang sibuk usei membantu kegiatan ibu ibu Tahlil putri. ***(Ep-Zulf).
___________________________________________
Ads >>
___________________________________________






