Bojonegoro I skinfosuneta.com ,- Keteladanan yang di lakukan oleh sosok kepala desa Karangmangu kecamatan Ngambon (Parji), adalah sebuah implementasi dari sebuah pribahasa “Emas di uji dengan api, tetapi kalau manusia di uji dengan budi pekerti.
Sosok pribadinya kepala Karangmangu (Bapak Parji-red), orang lain banyak yang ‘ngarani’ sebagai pemimpin yang berbudi luhur. Karena ibarat pepatah di atas langit masih ada langit. Begitu-lah yang berarti hidup tidak usah angkuh sombong pada sesama walau punya dan kuasa. Sehingga bertamu pun sesuai adab dan tidak harus berperan sebagai kuasa. Karena bertamu itu harus sesuai tata tertib dan etika bertamu yang baik. Yakni mengikuti aturan yang berlaku. Sehingga tidak terbebani suatu perasaan kurang nyaman. Dan ngobrol pun dengan asyik.

Sebagai pemangku hajat, yang seharusnya cukup menyuruh panitia, tetapi Sosok pak Kades Karangmangu, apalagi seorang Publik figur, namun toh Silaturahmi pada yang di anggap Senior, tetep beliau (Pak Kades Karangmangu/Pak Parji) tetap bertandang, apalagi ke rumah Mubaligh yang akan mengisi acara di rumah nya. Tentu Adab/Tradisi ‘Sowan ke Pak Kyai ” pun di laksanakan. Itulah, sosok pribadinya kepala desa Karangmangu “Ing ngarso sun tuladha ing madya wangun karsa, Tutwuri Handayani.”
Pribadi yang luhur ditanamkan pada semua orang. Ibaratnya sebagai implementasi dari sebuah lagu dari Pak Kyai Rhoma Irama,” Hargai pendapat orang walaupun terdapat beda pandangan. Sejauh tidak ada yang dirugikan”. Kira kira demikian. Sehingga pada siapa pun, Pak Kades Karangmangu suaminya Ketua PKK Desa Karangmangu Lis Sunarti ini, tidak pernah angkuh dan sombong, apalagi sikap ‘Hadigang hadiguna – sapa sira sapa ingsun’. Tidak pernah hal demikian dilakukan. Dan justru sikap ramah dengan tebar senyum,sapa bila sudah pernah kenal.
Sehingga identik dengan dengan sebuah lirik lagu ” Pada sesama… murah senyum
Dan prilakunya sopan santun
Walaupun sebenarnya kaya, tapi berpola biasa biasa saja.
“Ingin merawuhkan pak Kyai, sebenarnya sudah lama. Tetapi momentum apa. Lha kog 2 bulan menjelang hajatan (Ngunduh mantu), saat di Polsek Ngambon, mas Eko langsung ‘slingker’ masuk halaman Polsek Ngambon, lalu di teras Polsek… cerita cerita sebentar, perihal Volly Bola di Tipi, lalu membrek tanya, pak kades Kapan punya Hajat ?.
Gimana kalau hiburan plus Tablig Akbar bersama Pak Haji Rhoma Irama ?.
Lalu turun, gimana kalau pengajian saja, mubaligh-nya pak Kyai Rhoma Irama, musiknya Irama Forsa Electone ?!.
Saya (Kades Karangmangu), saya Jawab.”Kata siapa to mas Eko, hhhhhhhhh..ada ada saja, kog SONETA GROUP, terus piye polahku.. hehehehe.
Akhirnya, tensi menurun..gimana kalau musik dari Kediri plus Rhoma Irama Imitasi (ROMI).. ?.
Kami Jawab,..mas Eko…Gak wani kalau orkesan.
Gimana kalau Nada & Da’wah?.
“Lha itu lho iyooo… hadeeeeh…kog wes ngerti kabeh, maksudnya saya. Lha, umpomo itu iyaa…mas Eko sanggup mengurusi yaa..!.
Jawabnya mas, beres bapak.
Lalu terwujud dan bisa Sowan ke Pak Kyai, lha termasuk rencana Musik Balada plus Pak Kyai Haji Muhajir. Lha sampai di rumah Pak KH. Muhajir, dijelaskan oleh asistennya, kalau pak kyai Muhajir ‘Sakit’ dan tausiyah nya di ganti oleh putra nya. Dan terima kasih, ternyata Mas Eko Forsa itu, benar benar bisa kami pasrahi tanggung jawab, mulai diesel lampu, urusan sound System, Pembawa acara (Protokol), hadrohnya, 2 pembaca ayat suci Al-Qur’an (Qori’ah untuk hari pertama, Qori’ pada hari kedua) juga bagian dari Sari Tilawah, 2 Mubalig Gus Lutfi Adnan Muhajir, & Gus KH. Alamul Huda/Ponpes Al-Rasyid kendal Bojonegoro) nya, Kemarin juga di ekspose di media online skinfosuneta.com. Sampai sampai demi kelancaran acara secara profesional, apa yang menjadi tanggung jawabnya agar tidak teledor, pulang malam dari Karangmangu, besuk pagi sudah sampai dan mengontrol ready apa belum. Alhamdulillah semua lancar.

Dengan ini kami menghaturkan terima kasih kepada semua yang berkenan membantu apa saja demi suksesnya acara kami. Dan kami mohon maaf, bila kemungkinan kurang memperhatikan sepenuhnya, kami tinggal mondar mandir (menemui tamu tamu lainnya). Sekali lagi kami mohon maaf dan terima kasih”.***(Skm-Zulfi/red).






