Tuban (KPH Jatirogo) I skinfosuneta.com,-SUDAH Menjadi komitmen bersama di jajaran BKPH BATE KPH Jatirogo DIVRE Jatim. Di bawah kepemimpinan Asper BKPH Bate, Sudono.
Setelah dapat Respon dari Management KPH Jatirogo, yang terdiri dari ADM KPH Jatirogo Andre, S.Hut. Waka Adm KPH Jatirogo Giman serta KSS Humas KPH Jatirogo Eva. Maka penulis setelah Audensi dengan Asper BKPH Parengan Selatan Sutrisno, maka penulis segera meluncur ke BKPH BATE dengan cepat, mengingat hari Jum’at.
Asper BKPH BATE, Sudono di dampingi oleh KRPH Bate Lasiman dan KRPH Gowaran Raki, Asper BKPH BATE yang sebelumnya menjabat sebagai KSS Kemitraan KPH Jatirogo, menjelaskan bahwa, secara monografi dengan luas wilayah 3.125,40 hektar (ha), terbagi menjadi 4 RPH.
Berikut nama RPH & KRPH plus luas wilayah serta wilayah potensi nya.
RPH Bate (luas 707,60 ha. KRPH Lasiman).
RPH Gowaran (Luas 719,80 ha KRPH Raki).
RPH Kaligedhe (Luas 697,50 ha KRPH Priyanto).
RPH Sukomedalem (luas 1050 ha. KRPH Warnaji).
Serta para polhut nya se-BKPH Bate, diantaranya:
Polhut RPH Bate:Agus P & M. Ali . Polhut RPH Gowaran: Sumari, Koko TS. Bayu.Polhut RPH Sukomedalem Polhut nya Zaenu.Polhut RPH Kaligede Suyadi.
“Dengan keterbatasan personil ini inilah, selalu komunikasi dengan 24 jam. Dan bila ada suatu kejadian perihal Kamhut, Karhutla,..maka segera menghubungi nomor induk beserta lainnya. Dan Asper menentukan titik kumpul. Dan bergerak bersama sama. Begitu upaya untuk sama sama seperjuangan dan meskipun beda RPH. Oleh karena itu, komunikasi sosial sudah ter-agenda . Dan selalu koordinasi
Semua RPH diakses di Grup BKPH Bate. Sehingga bisa secepatnya untuk menangani/respon dari semua kejadian yang terkait di wilayah”, papar Asper yang masuk sebagai Rimbawan tahun 1997.
Adapun jenis tanaman di BKPH Bate dominasi tanaman jati.
Adapun untuk program penanaman/Rencana tanam di tahun 2026 ‘ masih menurut Asper, kelahiran TUBAN kota, untuk BKPH Bate ada 19 Anak petak (AP). 15 AP jenis Jati. (Jumlah total luas yang akan di tanami 99,46 Ha).
Sedangkan yang 4 petak, pengkayaan KPS. Dari 4 RPH yang terluas adalah RPH Bate luas 53,17 ha. Dan TK 21,1 ha.
Untuk yang tersempit adalah RPH Gowaran Luas 5,4 ha. TK juga tidak begitu luas.
“Dengan keterbatasan personil, yakni 12 SDM termasuk Asper plus 4 tenaga OS yang di perbantukan 1 Personil di perbantukan di Polhut, dan 3 personil di perbantukan mandor.
Kami (Asper) menggalang sinergitas dengan eksternal (Polsek, Koramil, Kades, Toga, Tomas.
Karena dengan konsos ini merupakan senjata ampuh untuk membangun komunikasi baik, pada masyarakat luas. Terutama para LMDH.
Misalnya dengan 7 LMDH yang ada di jajaran BKPH BATE.
Diantaranya LMDH:
-Wana Bima lestari (Sumarjan, dkk).
-Subur Lestari (Tamaji, dkk).
-Ngudi Luhur (Puji, Dll).
-Kaligede Bangkit (Juwanto, dkk).
-Wono Makmur (Sardi, Dkk).
-Wana Lestari,(Supriyadi, Dkk).
-Wana Bhakti (Jamin,dkk).
Sudah berjalan semuanya sesuai misi yakni berjuang untuk mewujudkan program hutan lestari. Untuk reward nya, tentunya bila ada peluang yang terbatas yang di butuhkan, maka tetep mengacu pada penilaian yang paling terbaik. Dengan transparan yang bisa dirasa adil. Begitulah.
“Untuk support, semuanya sama, yakni utamakan keselamatan kerja, jaga kesehatan, kekompakan, jangan lupa BAHAGIA.
Sedangkan untuk perihal potensi, sebagai berikut:
Untuk RPH Bate, dari keluasan yang tersebut di atas, kawasan Perlindungan (KPS) 28. KPKH 0,20 ha. ini catatan tahun 2025.
Sedangkan produksi kawasan 440 ha. Hutan tidak produktif 200 (kelas hutan TBK, MT, LTJL).
Sedangkan RPH Gowaran, HL (Hutan Lindung) 51,3 ha. Produktif 538,14 ha.
RPH Kaligede HL 4,2 ha. Produktif 513,23 ha.
RPH Sukomedalem luas produktif 718,80 ha. KHL: 39,8.ha.
“Kami selalu loyal terhadap arahan dan petunjuk serta bimbingan Pimpinan (Management KPH), apalagi sebagai pejabat Asper baru. Tentunya selalu minta petunjuk pada Bapak ADM, bapak Waka, juga pada Bapak kasi. Sedangkan untuk di lingkup internal BKPH, selalu koordinasi, dan evaluasi untuk tahu kinerja yang nantinya kami teruskan pada pimpinan. Dan acuannya adalah terbangun Sinergi dalam upaya dan melaksanakan pengelolaan hutan secara baik dan benar, guna mewujudkan program melestarikan hutan. Jika hutan lestari, masyarakat juga ikut sejahtera. Bekerja selalu menjaga kekompakan, selalu berkomunikasi dengan internal dan membangun komunikasi sosial yang tangguh, meningkatkan kerja sama yang bersinergi.
Selalu mensupport pada personil, agar pekerjaan sesuai dengan target perusahaan, kontribusi sebagai kewajiban pada perusahaan terpenuhi. Saling terbuka, tiada dusta di antara kita yakin transparan. Saling melengkapi, terpupuk persaudaraan yang kokoh. Dan tidak memberlakukan anak emas anak tiri. Tetapi kita adalah Rimbawan BKPH BATE. Selalu Rambate Rata Hayo.
Tujuan sama, “BKPH Bate Guyub Rukun Menuju Sukses bersama”. Ulasan Asper Bate, yang Nyambi orientasi termasuk berkenalan dengan stikholder. Kalau soal wilayah sudah fasih, karena pernah menjadi KRPH di BATE.
Sedangkan untuk riwayat pekerjaan yang di laksanakan oleh KRPH Gowaran yang konon tinggal 6 Amplop. Beliau sejak menjadi Rimbawan di KPH Jatirogo, sudah pernah semua di 6 BKPH. Kenang Mbah Raki. 5 tahun di BKPH Bate.
Lain lagi ceritanya KRPH Bate. Selisih masih sebagai Rimbawan selisih 1 tahun dengan pak Asper Sudono, tapi di wilayah BKPH Bate sudah 3 tahun 4 bulan. Tapi masih dinas 6 tahun. Prestasi yang harus perlu di timba terus lho nDAN, Lasiman.
“Kalau saya tinggal 3,5 tahun”, kata Asper BKPH Bate.
“lhoo.. jangan pesimis, seperti mbah Mantri Raki, yang karena memang tinggal 6 Amplop.
Harus selalu jangan lupa, BAHAGIA”. **(Eko-Zulf/red).






