Jakarta I skinfosuneta.com,-SOSOK Yang akrab dengan sapaan Pak H. Yusuf Susilo Hartono.
Di Ibukota Negara Indonesia (Jakarta),
Dikenal sebagai pelukis, penyair dan jurnalis senior. Berkarya sejak awal dekade 1980 sampai sekarang. Pernah pameran tunggal di Galeri Nasional (2014), Museum Nasional (2022), Taman Ismail Marzuki (2002), Pusat Kebudayaan Jepang (2002), Masterpiece (2013), Emmitan Gallery (2013), Expose The Cafe (1998), Balai Budaya (1990) dll. Buku kumpulan sketsanya _Moment and Essence_ (2013). Aktif di Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) 1997 – 2017. Menjadi finalis Philip Morris Indonesia Art Awards (2000), Indofood Art Award (2001). Karyanya dikoleksi para pecinta seni dari dalam dan luar negeri. Di dunia jurnalistik, pemegang kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers ini, menjadi wartawan seni budaya koran sore _Surabaya Post_ di Jakarta, Pemred Majalah _Visual Arts_ (2007 – 2011), Majalah _Galeri_ (2012-2022), dll. Kini sebagai Ketua Departemen Seni dan Budaya PWI Pusat.
Saat ini..
Beliau Bapak H. Yusuf Susilo Hartono, menggelar Pameran Seni Rupa:
*NEGOSIASI TUBUH URBAN*: Merupakan Tradisi, Warisan dan Gaya Hidup.
Beliau menyampaikan kepada para Sahabat pelaku seni, begini:
*Tubuh urban hari ini* bukan sekedar entitas biologis semata, melainkan sebuah *Medan tempur dan ruang negosiasi*, karena tubuh di paksa agar beradaptasi dengan ritme modernitas (gaya hidup) namun di saat yang sama ketika, *tubuh membawa ingatan masa lalu*(cerita lama) yang merupakan tradisi warisan yang enggan luntur dan tak bisa terkubur suatu masa.
Dalam kegiatan Pameran ini, Seorang bernama H. Yusuf Susilo Hartono, yang hijrah ke Jakarta meninggalkan KALITIDU (Kampung petilasan Angling Dharma tahun 1987.
(Maaf, karena saat perpisahan saya lulus SMA, yang menunjuk saya sebagai Tilawah di acara perpisahan SMA HARAPAN, di Gedung Tri Dharma Bojonegoro, adalah beliau. Qori’ah nya adalah Siti Rukayah (Almh tahun 2024)), membingkai tubuh urban sebagai siasat negosiasi dan bertahan serta bukan sebagai korban modernitas.
Dalam konteks acara yang tersebut di atas, *PERUPA*, adalah beliau sendiri.
*Kurator* : Dr. Citra Smara Dewi.
*Pembukaan Pameran*, besok hari Jum’at tanggal 9 Oktober 2026, mulai jam 16.00 WIBB- Selesai.
*Diresmikan oleh*:
Maya Saraswati Rizano.
Lama penyelenggaraan/*DURASI*, start tanggal 10 Oktober – 18 Oktober 2026.
Mulai pukul 10.00-17.00 WIBB.
*Tempat*:
*CEMARA 6 Galeri (Toeti Heraty Museum)*.
Jl. HOS Cokroaminoto No.9-11 Menteng Jakarta Pusat.
*Program Publik*:
Klinik Sketsa dan Diskusi terbuka untuk umum, melalui pendaftaran.
Link pendaftaran:
https://ly/kliniksketsaYSH
https://bit.ly/diskusiyshokt
Saya (Eko Purnomo/skinfosuneta.com), mengenal sejak tahun 1986, sebagai siswa didik beliau, yang mengajar Mapel “Sosiologi dan Antropologi”, serta sebagai Guru Ekstra Kurikuler ilmu Jurnalistik.
Dari beliau muncul bakat dan minat untuk menjadi seorang penulis berita. Hingga menumbuhkan rasa percaya diri untuk tidak ingin menjadi pegawai apa apa, akan tetapi ingin menjadi orang yang MERDEKA, yakni sebagai penulis lepas dan menjadi seorang penerbit media massa, meskipun kelas lokal dan ‘kukut’ tergerus arus tahun 2016 munculnya ‘Android’.
Sebagai seorang murid Bapak H. Yusuf Susilo Hartono (Pensiun Dini Sebagai PNS Guru), menekuni dunia jurnalistik. Kini ilmu nya mengantarkan kami ‘nglathu’i’. Sudah menjadi pilihan profesi dalam kehidupan sehari-hari sebagai peliput, penulis berita. Kenang Eko Purnomo.**(H.Annas – Zulf/red).






