Bojonegoro I skinfosuneta.com,-MEMANG Jika belum memahami rekam jejak Asper BKPH Tretes KPH Bojonegoro Agus Ivan Hariyanto BScf. Tentu nya, muncul penilaian yang kurang tepat mengira-ngira atau memprediksi. Bahkan langsung memberikan Tajuk, “Oooalah…Pak Agus Gampang”.
Ternyata kata “GAMPANG”, itu kelebihan yang jarang di miliki oleh orang lain. Karena segala permasalahan mungkin secara kedinasan di rasa GAMPANG di selesaikan. Sebab , menurut nya, urusan dunia saja kog sampai keruweten menyelesaikan. Kata kunci diantaranya: Jangan seperti Petinju (menggenggam tangan alias Medit/Bakhil). Tapi olah tangan seperti Pesilat. Hanya sesekali menggenggam. Maksudnya, penyelesaian suatu hal tetep harus ada pertemuan dengan semua pihak terkait dan jangan bersikukuh memegang kebenaran suatu egois pribadi, meskipun itu nantinya memang benar. Dan beramah tamah itu perlu. Sebab tatkala orang itu berperut kenyang itu potensi kemarahan itu juga lain pada seseorang pada posisi lapar. Itulah sebabnya dengan GAMPANG namun tidak GAMPANG.
Termasuk mengenal orang itu jangan pada casing nya saja, tetapi harus faham tata cara bicara dan bahasa badan. Dan jangan pelit hanya menyuruh namun tidak memikirkan ekonomi yang di suruh.
“Selanjutnya”, masih menurut Pak Asper BKPH Tretes yang juga Tukang ‘Suwuk’ .Juga berpitutur dengan Salam Rahayu nya.
Meskipun problem hidup ini cara mengatasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi cara lain, yakni bisa dengan mudah mengatasi nya adalah menjalin hubungan baik dengan siapapun dan rela berkorban lebih dulu meskipun sekecil mungkin.
Dengan membangun kemitraan yang tidak harus dengan orang yang terlihat orang hebat di mata umum. Orang remeh pun perlu di ajak komunikasi, alias ‘Orang meng-orangkan orang. Dan jangan orang lain sebatas di anggap orang-orangan’.
“Waah… mirip lagu nya pak Haji Rhoma Irama , yang begini pesan nya.,”Gauli setiap insan.
Sebagai kau ingin diperlakukan
Tebarkan dan budayakan rasa kasih sayang “.
Asper BKPH Tretes yang punya hari hari tertentu tidak makan ikan maupun Daging Sapi, Ayam, Kambing, Kerbau, Kuda, Unta dan lain lain,ini juga memiliki kebiasaan yang jarang di miliki oleh orang lain. Yaitu tadi, Tabiat mengatakan ‘GAMPANG’. Namun tidak pernah meng-GAMPANG-kan/meremehkan orang lain. Meskipun secara umum orang termasuk banyak yang terkesan meremehkan.
Termasuk setiap memperkerjakan tenaga orang juga tidak mau tangan kosong. Akan tetapi memikirkan bahwa tenaga dan pikiran orang lain harus di beri ganti untuk vitamin, nutrisi dan energi. Dan orang tersebut juga di tunggu hasilnya oleh keluarga nya.”Kami tidak pernah menyuruh orang lain hanya sebatas mengatakan “Terima Kasih. Tapi kami entah seberapa pun ada tanda ucapan kalau kita berterima kasih.
Karena kami nyuruh koncoku yang kadang tiap malam Jum’at ‘plenggrong’/menempati pohon pohon besar, pohon tinggi, Tempat keramat, Situs maupun yang seram -seram (Randu Alas, Slobin, Putat, Gempol, Nongko, Kedondong, Sawo, Juwet, Sono, Ketepeng, Johar (Tanaman kayu Rimba Besar). Itu pun butuh Misik, kemenyan. Hehehehe,..”, kenangnya Pak Agus, seraya berkelakar..
‘Oalah.. begitu ceritanya, sehingga setiap ada orang yang mungkin dari institusi luar Perhutani KPH Bojonegoro, yang lain belum kenal. Mr. Agus Gampang, sudah kenal.
Dan bisa memudahkan komunikasi. Karena pak Agus Gampang punya banyak Dokumentasi lampiran berita foto nya Asper BKPH Tretes KPH Bojonegoro Agus Ivan Hariyanto BScf. Ketika foto bersama saat acara peresmian Jembatan Puspo, & satu nya ketika bersama sama termasuk di antaranya bersama Mbah Kyai Nasroh Gomang Jatirogo Tuban.
( Bersambung… dengan cerita unik tongkat Kuning) **(Eko-Zulf/red).






