Bojonegoro I skinfosuneta.com,-MEMAKSIMALKAN Target pekerjaan sesuai tata waktu yang di lakukan oleh BKPH Tengger, adalah sudah terbangun kekompakan yang ideal.
Berikut penuturan Asper BKPH Tengger KPH Bojonegoro H. Budi Eko Priyono. Didampingi Polhut BKPH Tengger Marjuki. Bahwa langkah Kongkrit BKPH Dander dengan awak buah Asper sebanyak 13 personil, adalah di maksimalkan dengan berbagai keragaman tugas dan tanggung jawab. Mulai dari tebangan E sudah selesai akhir Juli-juga akan tebangan B, dan sedang berjalan pulang minyak kayu putih. Dan tebangan ATM yang hingga kini baru mencapai 25 %, kisaran 3-5 rit/ hari. Dan untuk jalan… siap masuk ada Bahkan tadi malam (Minggu 15/8/2026), terjadi insiden Truck ngguling hingga terselesaikan pukul 21.00 WIB.
“Jika normal estimasi 5-7/rit ,(25- 35 personil
tenaga tetap). Namun
protas menurun, penyebab terjadinya faktor cuaca. Dan ini di semua yang punya lahan tebu.
protas panen ke 3, hanya kisaran 45-50 ton/hektar. Termasuk pada yang di lahan tertinggal di saat panen ke 2 kisaran 23 hektar.
Truck ngguling itu juga faktor jalan,,…. kelihatannya kering ternyata masih ‘linet tebal’
Lebih lanjut Asper jika Jalan jalan di waktu santai dengan mobilnya bermerk Toyota ‘Alphad’ warna putih, tersebut juga memberikan penjelasan bahwa ATM di wilayah BKPH Tengger seluas 90,16 HA.
“Luas sama…ATM, unduhan tahun 2025 tak terselamatkan seluas 23 Karena faktor Jalan dan faktor alam, termasuk lokasi dalam dan jauuuuuh dari jalan raya.
Dengan terbengkalai nya tersebut, mengakibatkan dan menurunkan protas kemarin 30-35 ton/hektar (kopong/, kering mati)… spot hampir semua RPH, terutama yang jauh tak tertebang kemarau basah. Awas angger ora pas,kalimate tak uwek uwek, hahaha.
Jadi yo piye maneh… senadjan ngelu tetep aja tidak di ngelukan. karena sudah konsekuensi. Dan tetap optimis Leeeh. Ragaz dulu jelas, untung belum di hitung, hhhhhh. pokoke tak uwek uwek..”, kata Asper BKPH Tengger, dadi sejak Remaja sudah mahir di dunia bisnis, kalah nya jika faktor alam jadi penyebab kegagalan.
Dan berani spekulasi di atas rata-rata…Oke,.. Bagus.
“Lha sekarang 25 %.(pertengahan Agustus 2026).
kalau kendala tahun lalu bukan hanya faktor jalan , cuma untuk perihal protas tebu yang turun,
Kemarau basah/gulma rumput liar. Sedangkan tahun ini selain Jalan kecil,mutu produksi juga turun karena kepong, istilah jagung..itu ‘Bajuken, kecenthet’ yang di sport spot petak yang dulu tidak bisa di panen.
Lha malam Minggu ada insedent truck guling (15/8/2026), mandor Khozin jam 9 belum pulang.
“Kami, Asper BKPH Tengger, dengan penerapan System”, lanjut Pak Bud (Sapaan akrab H. Budi Eko Priyanto).
Dilapangan tenaga tiap hari masuk guna bisa pencapaian
target KPH maupun PG.
Protas bisa tambah yakin dengan tebang hingga mendasar tanah, biasanya Khan ada nyrongot (disisakan) Sak-kil luwih. Sekarang
Dituntut agar sampai dasar tanah di tiap tebang.
Kendala lain, yakni perihal tenaga..baik itu ATM, WDM, PTPN 10, Panen raya. Lha tentunya penebang pun karena ATM Produk baru 3 tahun, lha tentunya yang sudah lebih bekerja di yang luar Karena panen bareng bareng, mereka pekerja yaa men-induk . Lain kalau panen tidak bareng/panen raya. Begitulah. Dan soal mengajari sudah, tetapi generasi sulit di dapat untuk sebagai penebang tebu. Era Millenium ini
Anak muda sekarang ora ndeso ora kota, tentunya yang bagaimana tidak begitu berat tapi sudah dapat uang.
Siklus saiki raiso dipungkiri, yaa begitulah. Oke..Baek
“Lha sekarang era mekanikisasi (modern) percepatan Bicara saat ini BKPH Tengger ,
Panen tahun ke 3, RC.1.
Sedangkan personil Assperan,
di bagi tiap KRPH 80 %, fokus Tebu dan Kamhut. Alhamdulillah..
kompak.. Namun tidak lepas LMDH termasuk juga untuk karhutla juga melibatkan LMDH.
Soal ngatur personil..juga ada tebangan B-E-kayu putih.. rencana B.
Sebenarnya harus bisa pandai pandai meminit/ (Memanag-red).Gimana caranya, supaya bisa mergawe, Kerja sama.
Kekompakan dan tanggung jawab BKPH Tengger.
Tiap hari Asper Tengger 70 % lapangan, 30 % di kantor, itu pun jika tidak ada 30 % waktu ngantor yaa bualik di lapangan untuk bersama-sama dengan personil secara bergantian maupun gabungan. Dan situasi hutan
Relatif aman. Dan
teman teman (Mantri -Mandor) semua tanggung jawab.Nak nok lapangan yaa nyuandhak gawe bareng bareng (11-12), kadang ya mandor ae ngandani Asper, ”Ngene lho pak”, haa ha ha.
BKPH Tengger untuk rencana tanam 2026 seluas:205 ha.
Terluas Putuk – Bonagung.
Target 150 ha. Dan bibit juga tercukupi.
Perihal Tebangan juli 2026 di 4 AP 56,132,84…?(lupa angka AP)
Target 348 M3
realisasi 345 M3 (98,97 %).
Tenaga di bayar per Minggu, tercapai/teratasi.Maaf kadang nyilih dana belanja kulak’an barang Toko dan tidak menunggu pencairan management. Ini semua di lakukan demi kelancaran kerjaan/tugas dari Pimpinan
Untuk pencapaian target sesuai tata waktu.”Perhutani dari tidak pernah nunggak hutang. Dan Dawuh orang tua perihal nambeli untuk ongkos kerja (karena untuk kebutuhan rumah tangga) Lawas enggalo tetep terbayar”.
Memang Asper (Pak Bud) Disisi lain meneruskan bisnis keluarga rintisan sejak muda. Pancen bekerja kalau untuk pencapaian hasil..itu penak berwira swasta
Tangi awan, untung ruginya urusan pribadi.Hahaha.
Tapi sebagai Rimbawan (Mun), Tetep melaksanakan tugas sesuai dengan SOP. Dan bertanggung jawab atas kepercayaan pimpinan, untuk memimpin jajaran BKPH Tengger KPH Bojonegoro.
Selanjutnya, Polhut RPH Wadang dan Polhut inti BKPH Tengger Marjuki. Selalu siap melaksanakan tugas sesuai arahan Pimpinan. Meskipun baru lepas Dinas namun jika di butuhkan untuk bantuan demi kebersamaan dan keamanan hutan, tetep siap siaga.**(Eko-Lia-Zulf/red).






