Desa Miyono Kecamatan Sekar, Potensi Kopi ROBUSTA.

IMG 20260513

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- KALAU Dari kota Dengar nama desa MIYONO, tentunya angan melambung tinggi, Huuuuu…jauh…jauh..jauh..banget.Dusun Bothak Kathuk (Bekathuk), kalau melihat YouTube SUNETA CHANNEL, kemarin.. Kawasan Hutan yang komplit panorama indah menawan.
Apalagi, ada potensi komoditas beragam yang bisa tumbuh di kawasan pertambangan pinggir (bekas tengah hutan jati era dulu). Selain Kopi ROBUSTA juga Bawang merah, Alpukat, Kelengkeng, Dll. Tumbuh subur.

Kades Miyono, Suroso di dampingi perangkat nya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro, atas perhatian pada desa Miyono dalam mengembangkan potensi yang ada dan bisa menjadi icon Desa. Atau mungkin juga icon kecamatan Sekar untuk jenis komoditas KOPI.
“Sementara menurut perangkat ada kisaran 600-700 pohon. Dan pernah produk untuk jadi produk unggulan Desa Miyono. Awalnya, dikira hanya katanya katanya. Tetapi sudah tahu realita. Baru percaya. Dan bekerja dengan Perhutani KPH Saradan. Karena posisi lahan PS (Perhutanan Sosial) dengan LMDH ‘WONO JOYO”.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya menurut kaur Umum Sono, menambahkan bahwa “untuk perihal kopi, yang fasih adalah Rico Angga Saputra (Kaur Perencanaan)”.

Namun saat awak media skinfosuneta.com, bertandang ke MIYONO (11/5/2026), Kaur Perencanaan yang tidak ada di tempat.

“Nomor patent produk, uji laboratorium. Sudah ada. Bahkan sudah ada pemesanan cuma belum mampu produk sesuai Target. Sehingga akan di kembangkan lagi”, lanjut Pak Sono (Sapaan akrab Kaur Umum Miyono).

“Pemdes sudah mengajukan bantuan bibit ke Dinas Pertanian/Perkebunan, dan sudah di survei, konon akan di bantu sebanyak 2.000 bibit, namun secara bertahap. Dengan demikian, optimis akan selalu dikembangkan terus. karena ada kecocokan hara tanah, termasuk pekarangan rumah warga juga sudah ada kisaran 2-3 pohon per rumah di RT.4. Semoga bisa menjadi icon unggulan produk Desa Miyono. Dan bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga”, Ulasan Kades Miyono, kung Suroso.

Desa Miyono, cepat pelayanan dan cepat pelaksanaan program PEMDES, karena selain kecanggihan personil/ para pelaksana roda Pemdes, perangkat berjumlah 12 plus 1 Kades.
Adapun data dari kaur Kaur (Mbah Sono), sebagai berikut: Kades Suroso.
Sekdes Heni Yuliana , Kasi Pemerintahan Yeni Rohmawati, Kasi Keuangan Fita Aneka Sari, Kasi Kesra Hayun Ulfa, Kasi Pelayanan Supriadi, Kaur Umum Sono, Kaur Perencanaan Rico Angga Saputra, Kasun Krajan Yudianto, Kasun Gayam Supardi, Kasun Rejoso Sani, Kasun Butak Subroto, Kasun Katok Hengki Saputra.

Guyup rukun disini bagus dan sangat tinggi. karena kades berpola sesuai tupoksi, dan tidak ada tebang pilih.
Bahkan saat istirahat siang tidak ada yang pulang, jika tidak ada yang benar benar harus pulang. ISHOMAko-Teh ( Istirahat – Sholat – Makan – Kopi – Teh), tetep di kantor/area kantor.
Bahkan untuk yang masak pun, semua bisa masak dan bertoleransi, tidak harus perangkat kaum ibu yang masak. Tetapi Perangkat pria juga siap dan bisa.
Saat istirahat ada yang mesusi (menanak nasi), ada yang ramban di kebun sehat nabati pinggir kantor depan mushola untuk di sayur.
Pokoknya unik dengan selingan Canda,”Kathik maedo, sesuk masak dhewe.hehehe”. Saat nyidhuk nasi, tidak harus setelah pak kades nya imbuh dulu, tetapi ya bergiliran siapa yang sudah ingin makan lebih dulu di perbolehkan. Loos, tetapi ber-adab/ber-unggah-ungguh.
Pokoknya unik menggelitik dan rukun banget.
lain lagi dengan desa Sendangharjo kecamatan Ngasem, Bergiliran membawa makanan secara bergiliran.
Dari desa dengan pola demikian, agar tetep disiplin jam kerja dan bisa melayani warga dengan maksimal. Sekaligus jika di kunjungi pejabat, sebelum kantor jam kerja berakhir, tetep buka dan melayani”,tegas Kades.**(Eko-Zulfikar/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *