Bojonegoro I skinfosuneta.com,-SRETATEGI Asper BKPH Tretes KPH Bojonegoro DIVRE JATIM. Dalam meminit personil, sering dengan kata ‘kiasan’. Misalnya, “Isi kisi kisi biar berisi”.
Artinya, arahan pimpinan baik itu dari KADIVRE, ADM, Waka, Kasi. Perlu di kembangkan (inovasi) untuk kemajuan pencapaian hasil kerja.
Asper BKPH Tretes KPH Bojonegoro, Agus Ivan Hariyanto BScf. Merinci sebagai berikut: “Arahan Pimpinan yakni untuk masing masing untuk kemajuan pelaksanaan tugas. Sehingga kerjaan tuntas dengan deadline dan tidak harus menunggu petunjuk. Cerdasnya bisa kelihatan, sekali dapat arahan langsung teringat dengan langkah yang harus dilakukan secara normatif dan tidak menunggu, “Mohon petunjuk nDAN”.
kalau melaksanakan tugas dan selalu mohon petunjuk, padahal sudah pernah di jelaskan/arahan, Khan bisa jadi ‘ra bar-bar’ pekerjaan nya.
“kami pada personil transparansi dan tidak tebang pilih, yang penting Kerjaan selesai dengan sebelum jatuh tempo dari management, itu lebih bagus dan hasilnya sesuai target pimpinan. Syukur Syukur melebihi target.
Dan jika pekerjaan selesai, kita bisa bersyukur secara bersama sama, tidak hanya sesama personil BKPH, tetapi bersama IIK Rating BKPH Tretes. Sehingga sama sama tercipta suasana Rukun, harmonis, bahagia dan tidak ada dusta diantara suami dan istri masing-masing. Sehingga IIK pun akan mensupport tugas sang suami.
Lebih lanjut, Asper yang sebelumnya menjabat sebagai Asper BKPH Deling ini, menyebutkan bahwa untuk Menghadapi musim kemarau fokus pada keamanan hutan juga pengamanan Karhutla (Kebakaran hutan & Lahan), untuk wilayah BKPH Tretes sepanjang jalan antara BKPH Tretes – BKPH Gondang kisaran 12 KM.(Jalur Bojonegoro – Nganjuk).”Kami selain komsos dengan masing-masing KRPH Perwilayahan agenda rutin secara bergantian di rumah ketua Pokja tingkat RPH. Juga komsos pribadi bila kita ada personil yang longgar. Sehingga segala permasalahan lingkungan pinggir kawasan pun jadi tahu infonya. Dari secara personal maupun spionase diluar sepentahuan KRPH. Bukannya kami kurang percaya pada personil akan tetapi sebagai penambahan informasi yang selanjutnya untuk bahan pembahasan yang bisa ditemukan solusi untuk agar semua akan tercapai sinergitas yang harmonis dan tidak timbul adu mengadu sesama personil. Tetapi bisa terjalin hingga hasil kinerja semua harapan yang terbaik untuk kita semua “, papar Asper BKPH Tretes dengan bijaksana.
“Kami menyadari bahwa amarah bukan solusi untuk mengatasi masalah. Dan terkadang ada sifat lupa. Orang hidup itu punya rasa, kami sebagai pimpinan..Rasa dan perasaan yang kita jaga. Unggah unggah kita utamakan. Dengan menanamkan pribadi yang tersirat rasa kebersamaan, sehingga menjadikan kita jadi tahu. Siapa kita, dimana kita, dengan siapa kita, bagaimana seandainya kita di perlakukan yang kurang di orangkan. Lha adab “nguwong-ke uwong”, itulah akan tertanam sikap saling menjaga dan menghormati orang lain. Termasuk Menjaga hutan, alam perlu di shodaqohi untuk bisa lestari yang ujungnya untuk semua makhluk hidup. Shodaqoh tidak harus berupa Uang, akan tetapi ibaratnya nya kita menanam 1 pohon manfaat nya dari oksigen yang di dapat oleh makhluk hidup sudah tak ternilai. Itulah, sebagai Rimbawan yang punya tugas mulia yakni menjadi terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Serta menghormati adat istiadat setempat untuk memperkokoh kebersamaan dan juga sarana bisa komsos dengan warga masyarakat sekitar hutan. Termasuk di BKPH Tretes ada beberapa 2 pangkuan hutannya. Diantaranya Desa Kedungsari, dan Desa Kedungsumber, Desa Bakulan, Desa Sugihan, Desa Gondang, Desa Clebung. Ada di 3 kecamatan (Temayang – Gondang-Bubulan).
Dengan keluasan 4.672,9 hektar (ha)
Dengan kekuatan personil 12 (1 Asper, 1 Kaur TU, 1 Kaur TK) & yang ada 3 KRPH, Mandor 3 Polhut 3.
“Memaksimalkan SDM yang ada, dengan keterbatasan SDM yang ada, maka WAJIB guyub rukun dan komunikasi dengan masyarakat serta stikholder yang ada”, ulasan Asper BKPH Tretes KPH Bojonegoro, dengan penuh Dedikasi.**(Eko-Zulfikar/ red,).






