Bojonegoro I skinfosuneta.com,-BKPH Tondomulo masih punya PR. ATM Karena ada tanaman tebu yg belum bisa ditebang seluas 2,44 ha karena akibat ada perbaikan akses jalan oleh Pemerintah Desa Tondomulo kecamatan Kedungadem Bojonegoro, sehingga jalan desa untuk akses angkutan tebu tidak bisa dilewati
Menurut Asper BKPH Tondomulo Eko Sudiarto, di dampingi para stafnya, menjelaskan bahwa kalau tidak ada kendala perbaikan jalan tersebut sebenarnya kami masih bisa melanjutkan kegiatan TPA ATM dipetak 100a-1 RPH Mundu sampai dengan selesai, kemarin sebenarnya bisa menyelesaikan kegiatan pemanenan tebu, Karena dibantu dari PG rejoagung didatangkan tenaga dari pemalang dan tegal jawa tengah sebanyak 28 orang ditambah tenaga lokal sebanyak 14 orang, tetapi sebelum kegiatan tebang selesai keburu PG Rejo Agung sdh tutup giling, dan untuk sisa yg belung ditebang dialihkan ke PG Krebet Malang. Semoga perbaikan jalan bisa segera selesai dan bisa di lewati serta pabriknya masih buka, sehingga diharapkan nnt dapat melanjutkan kegiatan pemanenan tebunya sampai dengan selesai.
Disampaikan oleh oleh Mantan Asper Bubulan, bahwa asset yang masih potensial Bagus Yakni RPH Mundu dan sebagian Malangbong. Selama kegiatan pengelolaan SDH kami mengedepankan komsos pada para LMDH , Toga, Tomas, Aparatur Pemdes agar bisa terjalin hubungan harmonis dan utk menghindari konflik dalam melaksanakan kegiatan kehutanan.
Potensi BKPH Tondomulo, selain jati juga ada tanaman Balsatahun 2024 luas 6,2 ha. Karena balsa berlawanan dengan tanaman kayu putih. Kalau Balsa tidak bisa hidup pada lahan yang becek atau ‘ngecembong’.
Untuk Balsa sudah sulaman semua jumlah sekitar 10 %. Untuk besar kelilingnya beefariasi antar 12 cm sd 30 cm.
Untuk pola meminit personal, BKPH Tondomulo, kami terapkan pola kebersamaan satu vissi, *BKPH TONDOMULO KPH BOJONEGORO, MENUJU LEBIH BAIK*.
Kami mensupport dalam pada personil, yakni melalui turut terjun langsung ke area pekerjaan. Sehingga Alhamdulillah.. ATM nya BKPH Tondomulo protasnya tertinggi se KPH Bojonegoro.
Untuk Balsa ada 3 petak yakni petak 103 d-102e dan petak 104 b. Total 6,2 hektar (ha).
Kondisi keamanan BKPH Tondomulo kondusif, karena tercipta sinerginitas tinggi antara LMDH dan Perhutani. Peran aktif LMDH. Serta tokoh masyarakat serta jajaran Pemdes Tondomulo. “Soal patroli sistem gabungan titik kumpul, serta preventif pada jam jam rawan. Semua di tempuh untuk mensukseskan program menuju Hutan lestari.
Untuk wilayah BKPH Tondomulo yang potensi kecil yakni RPH Banaran, karena tinggal 131 hektar saja. Sedangkan RPH Bunten, juga katagori kurang produktif untuk potensi kelas hutannya, Karena kondisinya banyak di dominasi tanaman HAS dan kelas hutan TBK
Jargon,”BKPH Tondomulo menuju lebih baik”.**(Eko-Lia-Zulf/red).






