Bojonegoro I skinfosuneta.com,- MENGIKUTI Kegiatan Wakil Adm KPH Bojonegoro (Wawan Gunawan S.Hut.) saat meninjau tanaman tahun 2023, RPH Putuk BKPH Tengger (16/2/2024). Sungguh sangat melelahkan. Namun berjalan kaki kisaran 4 km seusai di Bonceng motor dari parkiran di rumah warga, dengan Medan yang cukup *dag-deg* namun dengan lincahnya Polhut Parji, dan Ajun Tengah Wawan Gunawan S Hut. Di Bonceng KRPH Putuk Winarno, sedangkan penunggang Trail depan Asper Tengger H. Eko Budi, penunggang Trail belakang Mandor Sadak.
Karena saking becek nya jalan turun dan jalan kaki.
Perjalanan tidak terasa karena di hibur oleh mandor Senior *Sadak* , sesekali ucapan nya lucu. Dan minta ganti nama, *karena sudah dekat dengan Pak Ajun/Waka Adm. Maka saya ‘ajur’ atau kss rore (kang Sadak Seksi Rono-Rene).. hehehe*
Sambil *ngrusuk ngrusuk* tanaman padi hektaran dan terik matahari yang cukup panas, juga tidak terasa. Itulah kisah ikut giat Waka Adm KPH Bojonegoro sub tengah Wawan Gunawan S Hut.
Istirahat sebentar di pos bayangan di petak 51 bercanda lagi dan melanjutkan ke petak 45 D.
Asper BKPH Tengger H.Eko Budi, didampingi KRPH Putuk Winarno, Mandor tanam Sadak juga Polhut Parji. Menjelaskan untuk tanaman yang di petak 51 tumpang sari nya padi, tetapi tanaman pokok Perhutani tumbuh hidup dan bagus (kayu putih maupun jati) tinggal melakukan pemantauan dan pengawasan di saat menjelang panen bahkan pengamanan dan pengawalan saat panen. Dan tidak boleh kombi.
Waka Adm KPH Bojonegoro Wawan Gunawan S.Hut. Hasil dari 2 RPH sudah seperti yang terlansir pada judul *Waka Adm Tinjau tanaman yang di 2 RPH di Wilayah BKPH Tengger*. Yang petak 45 D, pertumbuhan 97 %. Tinggal peningkatan pengawasan, termasuk larangan penyemprotan. Dan pantau serta pengawalan saat panen. Seperti apa yang di sampaikan oleh pak Asper tadi, dilarang memakai kombi. Dan saat memotong batang padi harus hati hati. Demikian”, ulasan Waka Adm KPH Bojonegoro Wawan Gunawan S.Hut. Dengan cucuran keringat karena di samping jauh juga panas.
Sedangkan Asper nya tampak nya kalah phisik dengan Waka, walaupun postur sama *gagahnya*.
Sambil nunggu Asper yang panggil panggil KSS-Rero (kang Sadak Seksi Rono Rene), untuk menemani jalan pelan.
Demikian yang bisa tayang secara bersambung karena obyek sama cuma subyek berbeda lokasi. Jika di tayang kan dalam 1 judul, terlalu *panjang*. **(Eko-Zulf/red).






