Bojonegoro I skinfosuneta.com, -EMAS di uji dengan Api, Manusia di uji dengan Hasil evaluasi. Kira kira demikian, istilah yang untuk Camat Sugihwaras Drs. H. Supranata, MM.
Karena Sosok Camat yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Trucuk (12 desa) menjadi Camat yang memiliki kewenangan 17 desa. So pasti, ratting naik. Tentunya hal itu tidak mudah untuk menggapai itu serta tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Konsep yang mahal dan jarang dimiliki oleh pejabat lainnya, tetapi ternyata mujarab untuk bisa mudah beradaptasi dan mudah di terima dan hasilnya sesuai target dalam pola kepemimpinan nya.
Dengan cara bagaimanakah ?.
Berikut kutipan dari beberapa kepala desa dan Satpol PP di wilayah kecamatan Sugihwaras, dan juga ungkap Camat yang punya sampingan pemilik Apotik.
“Kami sudah terbiasa untuk di setiap rapat staf maupun konferensi di kantor maupun di Balai Desa. Selalu kami awali secara terbuka untuk di awali minta di Evaluasi diri saya ini sesuai data, dan aturan, sebelum kami menyampaikan hal hal terkait untuk yang kita rapat-kan. Rapat (pembahasan dan solusi) bukan rapat yang rapet (bersifat tertutup -red).
Evaluasi dari apa saja yang sudah kami sampaikan, kami laksanakan , mungkin perihal pelayanan kah, perihal lain.Agar kami sendiri bisa instrospeksi dan berbenah untuk menjadi pemimpin yang ibarat Harimau tidak mengandalkan ‘Maung/Aum-nya), ibarat Gajah tidak mengandalkan besarnya, ibarat kijang tidak mengandalkan cepat larinya. Tetapi sebagai pimpinan, kami siap menerima dievaluasi oleh bawahan terlebih dahulu atas bagaimana kinerja kami sendiri.
Dengan cara ini, dalam sesanti jawa “Ing ngarso sun tuladha”.
Agar tugas dan pekerjaan yang menjadi baik, hendaknya mereka yang dipimpin agar mengikuti contoh yang di berikan oleh pemimpin.
Seperti halnya nasehat dari pak kyai Rhoma Irama, makanya bagus lho..”Hei… jangan mentang-mentang kuasa, menyuruh orang, tolak pinggang setinggi dada”.
Alhamdulillah dengan cara begitu, semua tahu kalau di luar ruang Camat, kami adalah Sahabat mereka. Dan kalau suatu kebijakan yang mungkin suatu pelanggaran aturan yang berlaku, tak perlu segan untuk menegur kami.
Ini semua kami lakukan, karena kami juga masih belajar secara bersama-sama dalam bermasyarakat dan memimpin masyarakat yang menjadi tanggung jawab kami. Tujuan nya adalah terbangun sinergi untuk mencapai suatu hasil yang sesuai dengan harapan bersama, sesuai tupoksi nya masing-masing.”Agar satu sama lain..bisa saling memerlukan agar roda pemerintahan bisa berputar… berjalan sesuai harapan bersama “.
Berikut, tanggapan dari kades Jatitengah, Pudjihantoyo.”Dipimpin oleh pak Camat Supranata, enak, komunikatif dan tergapai sinergi untuk bisa saling mengisi.
sedangkan untuk desa Jati Tengah perihal Insprastruktur sudah mencapai 80-an %. Sekarang JUT dan Jembatan menjadi prioritas guna meningkatkan kesejahteraan warga mempermudah mengangkut hasil pertanian.
JUT memudahkan angkutan pupuk, bibit, juga hasil panen. Seperti di RT.10 dengan panjang 400-an meter.
Adapun menurut kades Bulu, Wintono , “Dipimpin oleh pak Camat Supranata, enak dan komunikatif, cekatan dan mudah adaptasi dan luwes . Pokoknya sinergi “.
Untuk desa Bulu, Insprastruktur sudah mencapai 90%, untuk JUT yang realisasi ada 3 titik yang akan datang 3 titik.”Kebutuhan air bersih, desa Bulu kebutuhan air bersih cukup ditunjang 2 HIPPAM. Dan untuk bidang pertanian, tadah hujan dengan pola tanam Padi, Tembakau, jagung. Alhamdulillah.. Tembakau tahun 2023 hasilnya secara ekonomi sangat bagus. Perihal JUT memang sangat perlu juga, untuk memudahkan angkutan terkait pertanian. Untuk desa Bulu, tanah nya sudah bersertifikat, tuntas dengan program PTSL.
Dengan jumlah penduduk kisaran 3.300-an, terbagi di 3 dusun (Krajan, Glinting, Bulurejo, pemdes Bulu dengan program 2024 diantaranya, Lapangan Volly, kantor desa, jalan lingkungan, menambah panjang JUT.
“Semoga dengan tatanan yang sudah berjalan dengan baik, semoga bermanfaat dan positif untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Seorang staf kantor kecamatan Sugihwaras (Endik Hartanto Satpol PP) bersama Efendi, nilai nya “Baik”, dan bisa memberikan contoh yang baik. Dan setiap di awal rapat, Camat minta dan tanggap terhadap situasi dan kondisi wilayah, bersinergi dengan staf, tidak pernah marah.
Dan ramahnya serta perhatian pada sikon wilayah, cepat, tanggap dan trengginas, sampai sampai Modin wanita saat pertemuan juga berharap di rawuhi pak Camat.
Tampak nya Senyumnya Pak Camat dan bu Camat, sehingga tercipta suasana harmonis di lintas sektoral di kecamatan Sugihwaras.
Bahkan perihal DD akhir tahun dari realisasi awal 48 desa se Kabupaten Bojonegoro, 12 diantaranya desa wilayah Sugihwaras dari jumlah 17 desa. Seandainya 5 desa tidak revisi, dimungkinkan bisa cair di awal pencarian akhir tahun ini.
“Ke depan bisa memberikan kegiatan kegiatan yang skala prioritas cepat terselesaikan. Karena lebih cepat lebih baik. Dan bisa memberikan inovasi, tentunya Inovasi yang terbaik dan memberikan manfaat. Serta apapun yang sudah baik di pertahankan juga lebih ditingkatkan lagi.
Dan memberikan pelayanan dengan mudah dan cepat.Termasuk terbangunnya sinergi dengan Forpimka.”kadang bisa sehari ke Bojonegoro 2 x, tetapi juga kembali ke Kantor kecamatan bila masih jam kerja.
Alhamdulillah.. transportasinya sekarang sudah lancar, jalannya sudah ‘nglenyer’ sehingga tidak begitu terasa capek.
Saat tidak jam tugas tetapi bila ada kegiatan maupun kejadian tetap berusaha hadir”, Ulasan Camat Sugihwaras Drs. H. Supranata, MM.Dengan ramah ***(Eko – Zulf/red).






